Showing posts with label My Life. Show all posts
Showing posts with label My Life. Show all posts

Monday, March 5, 2018

March

Hallo, apa kabar?
Sudahkah berdebu? Atau mulai dihinggapi sarang laba-laba?
I hope it’s not too late to writing here again. Rasanya seperti sudah berbulan-bulan tidak menulis di blog ini. Hmm it’s not an option. Tetapi satu hal yang pasti, saya tidak pernah benar-benar berhenti menulis.

Berhenti menulis, seperti saya berhenti menjadi diri saya sendiri. Meskipun nyaris sebulan tidak pernah mem-posting di blog, saya masih tetap menulis. Akhir akhir ini saya hanya lebih sering mengunjungi social media lainnya, di tumblr dan twitter. Saya sedang rajin menulis pendek disana.

Kenapa?
Karena saya tengah sedikit sibuk dengan beberapa kegiatan dan deadline yang sedang dan masih saya kerjakan. Belum lagi panggilan pekerjaan calon ibu rumah tangga. Tralalala. Tetapi, sekali lagi, saya tidak sedang berhenti menulis atau malas menulis.

So, welcome March :D

Kali ini, saya mau share tentang hal-hal yang sedang dan senang saya lalui selama Februari.

1.      Fiersa Besari
Saya sudah pernah menulis tentang Bung di blog ini. And I still love him so much. Bukan, bukan ‘love’ yang seperti itu. Jangan dulu berburuk sangka dengan saya. Saya tidak sejahat itu. Tetapi jika kamu memang mau menganggapnya seperti itu, hmm baiklah.
Jadi, pada tahun 2018 ini, Bung berkata bahwa ia akan membuat sebuah lagu setiap bulannya dan akan di upload di youtubenya.
Di bulan Januari, ada lagu “Pemeran Pengganti”. Lagu ini pernah saya jadikan stories di IG saya di awal Januari lalu. I love that song. Tidak menceritakan yang muluk-muluk, hanya tentang sebuah rasa sabar dalam menunggu, menunggu sesuatu yang pasti tetapi tidak pasti. He thinks about ‘mungkin esok rasamu kan sungguhan’.
Kemudian di Bulan Februari ada lagu “Belum Punah”. This song made me crazy. And February, why? Sama seperti lagu sebelumnya, saya pun membuat potongan videonya dalam stories di IG saya.
Dan bulan ini, Bung telah merilis lagu kembali. Cek youtube-nya Bung.


2.      Mendengar lagu favorite
Saya sedang senang mendengar lagu Torry Kelly yang judulnya Dear No One.
“So if you're out there I swear to be good to you. But I'm done lookin' for my future someone. 'Cause when the time is right you'll be here. But for now, Dear No One. This is your love song.”
Selain itu saya juga sedang senang dengan lagu Mytha Lestari – Mentari. Lagu tersebut mengingatkan saya pada masa-masa indah sekaligus masa sulit saat itu. Karena sesulit apapun, di sana selalu ada orang-orang hebat yang terus menggenggam jemari saya.
“Kau dewasakan ku. Bahwa hidup bukan hanya tentang ku. Kini bahagia ku terjadi karenamu.”
Juga lagu Finding Hope – Loveless.
Juga lagu Can't Take My Eyes Off You - Joseph Vincent
and more…

3.      Geez & Ann
Awal bulan lalu saya sempat mengunjungi Gramedia hanya untuk mencari buku “Geez & Ann”. Hasilnya nihil. Kosong. Padahal besar sekali harapan saya untuk membeli 2 buku tersebut sekaligus. Penulisnya adalah Rintik Sedu. Pertama kali saya mengetahui Rintik Sedu dari akun youtube. Kemudian beralih (tanpa meninggalkan video-video lainnya di youtube) ke karya Rintik Sedu di Wattpad. Dari sana saya mulai membaca imajinasi luar biasa tentang kehidupan Geez & Ann. Hmm apa benar dikehidupan nyata ada kisah yang seperti itu. Saya ingin bertemu Geez & Ann, tetapi Gramedia tidak mempertemukan kami. Setelah ini saya akan kembali mengunjungi Gramedia dan berharap bisa bertemu mereka.

What else . . .

4.      Videography
Saya senang bisa berkumpul dan melihat hal-hal baru. Dan pada akhirnya saya semakin sadar, bahwa ternyata ada begitu banyak hal yang saya lewati begitu saja. Saya menyesal telah menyia-nyiakan waktu, sesuatu yang begitu berharga. Tetapi, satu hal yang dapat saya petik, bahwa lebih baik terlambat untuk memulai dari pada tidak sama sekali, kan. Di titik-titik ini, saya telah bicara pada diri sendiri. Saya akan memulai sesuatu yang mungkin sudah seharusnya saya mulai sejak dulu. Tentu saja, berbicara memulai, saya sempat memutuskan untuk ‘mengakhiri’ sesuatu. Tetapi setelah saya menganalisis kembali dengan metode, aaahh saya lupa apa nama metodenya, akhirnya saya menyimpulkan bahwa : Terkadang, tidak perlu mengakhiri sesuatu hanya untuk memulai sesuatu yang baru. Jadi, jika beberapa minggu lalu saya sudah memutuskan untuk mengakhiri sesuatu, minggu kemarin saya telah menarik kembali sesuatu yang ingin dan sudah saya akhiri, meskipun dengan versi yang berbeda.
Semoga, saya bisa benar – benar Tulus dengan Teman Hidup, meskipun Pamit tidak pernah menjadi Ruang Sendiri untuk saya, setidaknya  bisa menjadi Manusia Kuat selama Sewindu atau 1000 Tahun Lamanya. Aaargghhh.  

Nice to meet March, let me be my best version J

Monday, February 12, 2018

Waves Of Taste


Listening: Fiersa besari - Celengan rindu

Sebuah pesan via WhatsApp (WA) masuk ke HP saya. Setelah keluar dari aplikasi instagram, saya pun mengunjungi dunia WA. Sebuah nama berinisial S muncul di chat paling atas setelah puluhan chat lainnya yang berasal dari berbagai macam grub tidak saya buka.

“K, You’re stronger than I know. Gak tau kenapa mau nulis ini. Tiba-tiba keingat kamu. Banyak sekali cobaan dan masalah yang kamu lewati selama ini, tapi kamu selalu saja positif dan semakin multitalenta. K, so proud of you, bangga sekali punya kawan seperti kamu. L Saya rasanya mau nyakitin orang yang sakitin kamu…”

Saya terkesima untuk beberapa detik. Bukan, bukan karena isi chatnya melankolis, hanya saja, isi chatnya sedikit terlalu berlebihan.

S, asal kamu tau saja. Saya tidak pernah benar-benar se-kuat yang kamu tuliskan dalam pesan singkatmu itu. Tidak pernah benar-benar seperti itu, kecuali ada kalian semua yang terus berada di sisi saya. 
Saya pun membalas pesannya.

“Senang baca chat kamu S. You’re one of my power, my motivation. Terimakasih S. Entah, saya cuma merasa capek saja. Jadi selalu mencari pelampiasan dengan melakukan hal hal yang saya suka. Dan semoga itu bermanfaat, untuk saya, dan untuk siapapun yang menikmatinya. Makasih S. Tidak apa-apa. Tidak perlu. Kita punya jalan masing-masing yang berbeda. Biarkan dia hidup dalam dunianya, kita hidup di dunia kita sendiri. Tetapi, kalau suatu saat nanti, orang itu berani masuk dan menghancurkan dunia saya, saat itu saya akan minta bantuan kamu, untuk menyakiti orang itu. Ok?”

dan sekian-sekian chat selanjutnya.

Saya jadi teringat quote ala zaman now di novel Dilan.
“Milea, jangan bilang ke aku ada yang menyakitimu. Nanti, orang itu akan menghilang”.

Intinya adalah, se-kuat apapun saya, tanpa orang-orang seperti kalian yang selalu berada di sisi saya, yang selalu memberi semangat, tanpa kenal lelah untuk meminta saya jangan bersedih, rasanya saya hanyalah kepingan tawa yang mudah terbawa angin tanpa pernah tertawa dengan sungguh. Kalian semua adalah kekuatan yang saya miliki.

Saya jadi ingat momen beberapa hari lalu. Dimana, laut adalah salah satu pelampiasan saya. Tempat di mana saya akan menghirup dalam-dalam angin laut dengan suara pecahan ombak yang begitu tenang. Kalian membiarkan saya melakukan apa yang saya inginkan hari itu. Kalian mengerti, apa yang sedang saya butuhkan. Saya berjalan menyisiri pantai sendirian. Kemudian kembali ke jambo untuk mengambil kamera. Saat itu saya hanya berkata, “Ombaknya bagus, saya tidak ingin melewatkannya” kemudian memasang kaca mata hitam. Seolah tak ada satupun orang yang mampu memahami perasaan di balik kaca mata hitam tersebut. Tetapi, kalian berbeda. Kalian hanya mengikuti langkah kaki saya dari belakang, seakan mengerti bahwa saya sedang butuh kesendirian dan kesunyian. Tak ada sepatah katapun, hingga saya memilih duduk dihadapan ombak yang pecah di ujung pantai.

Kemudian, dengan santai  kalian menunggu saya menenggelamkan semua rasa dalam laut. Saya membasahi sekujur tubuh dengan air asin. Saat itu yang tersisa hanya kepala saya, yang terus memandang semesta dibalik air laut. Saya menunggu ombak, menenggelamkan seluruh tubuh, menyusuri bibir pantai bersama ombak yang sedang pecah. Kemudian saya kembali, menunggu ombak lainnya, kembali menenggelamkan semua rasa dan tanya yang terus mengganggu. Kalian masih menunggu saya di pasir kering di atas sana. Memerhatikan teman kalian yang sedang mencoba peruntungannya sendiri dibalik laut. Hingga ia benar-benar membuang semua rasa itu, membuang semua tanya. Hingga ia sadar, bahwa hidupnya sedang berada dipersimpangan, arah jalan mana yang akan ia pilih.

Saya sadar, jalan apapun yang saya pilih, selama ada kalian saya akan tetap baik-baik saja. Jalan apapun yang saya pilih, itu adalah resiko yang akan saya hadapi. Setidaknya saya sudah melangkah, tidak lagi perlu terjebak ditempat dan persimpangan yang sama.

Itu kenapa, saya berkata bahwa saya tidak pernah benar-benar se-kuat ini tanpa ada kalian disisi saya. Terimakasih untuk semuanya.

Wednesday, January 31, 2018

Jatuh Cinta Sama (Karya) Dia

Coba tanya hatimu sekali lagi
Sebelum engkau benar-benar pergi
Masihkah ada aku di dalamnya
Karna hatiku masih menyimpanmu
Kisah kita memang baru sebentar
Namun kesan terukir sangat indah
Ku memang bukan manusia sempurna
Tapi tak pernah berhenti mencoba
Membuatmu tersenyum
Walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku

Saat kau terlalu rapuh
Pundak siapa yang tersandar
Tangan siapa yang tak melepas
Ku yakin aku
Bahkan saat kau memilih
Untuk meninggalkan aku
Tak pernah lelah menanti
Karna ku yakin kau akan kembali

Dalam? Sedalam apa?
Sedalam rasa saya ke kamu? Atau rasa kamu ke dia?

Bukan,
Itu bukan tulisan saya.
Itu salah satu lagu ‘terdalam’ yang ada dalam favorite playlist saya. Sebenarnya baru tau lagu itu, ketika menonton siaran wawancara si pemilik lirik tersebut. Dia berkata
“Selama membuat album saya tidak pernah sacara eksplisit menyebut kata ‘cinta, sayang’. Tetapi lebih menunjukannya. Itu menjadi tantangan sendiri, agar orang orang bisa tau itu tentang apa tanpa saya sebut kata ‘cinta’ di didalamnya”.

Nyeeeees
(biasa aja)

Saya langsung searching lagu tersebut di youtube. Dan seketika jatuh cinta. Bukan, bukan sama kamu, tetapi sama lagu tersebut.

Fiersa Besari. One of my favorite. Dia jadi public figure yang membuka mata saya, betapa dunia ini begitu sempit jika kita hanya memikirkan ego di atas ego diri kita sendiri, meskipun Bung (sapaan akrab Fiersa Besari) tipikal orang yang begitu. Dia juga sosok yang jadi inspirasi saya bahwa ternyata, kita tidak perlu menjadi ‘orang bodoh’ karena pernah terjatuh. Bung pernah jatuh, jatuh hingga lupa diri. Jatuh, kemudian melakukan hal bodoh (menurutnya). Tetapi ternyata hal bodoh tersebut justru membuka matanya untuk melihat dunia.

Uniknya, yang membuat saya jatuh cinta pada (karya-karya) nya adalah, dia tipikal orang yang hidup, ya untuk melakukan hal-hal yang ia senangi –selagi itu positif. Dan menurut saya semua yang ia lakukan (hampir selalu) positif. Ia pernah bekerja di sebuah perusahaan, kemudian keluar. Kenapa? Balik lagi pada motto hidupnya, melakukan hal-hal yang ia senangi. Saya rasa dia memang bukan tipikal orang yang mau terjebak di dalam tempurung, diam, berkutat di tempat yang bersekat-sekat, di hadapan komputer, di hadapan orang-orang yang sibuk mengerjakan deadline. Entahlah, saya sendiri bukan tipikal yang cocok dengan hal seperti itu. Menurut saya, itu seperti mematikan kreatifitas.

Bung, adalah seorang pemusik, penulis, dan petualang.

Saya ulangi sekali lagi, Bung, Fiersa Besari, adalah seorang pemusik, penulis, dan petualang. Itu benar-benar ‘melakukan hal-hal yang ia senangi’. Ia meninggalkan perusahaan untuk mewujudukan jati dirinya, passionnya.

Ada sedikit iri pada diri saya ketika melihat orang-orang diluar sana yang dapat melepaskan dunia baiknya untuk melangkah dalam dunia terbaiknya. Orang-orang seperti Bung, yang pernah jatuh, pernah meninggalkan apa yang telah ia dapat, kemudian melangkah dan menemukan passion sebenarnya. Orang-orang seperti Bung, tentu tidak sedikit dan tentu juga tidak banyak. Tetapi, ada, dan akan terus ada orang-orang seperti dia. Saya salut Bung.

Saya benar-benar salut. Meski belum pernah bertemu, saya jatuh cinta dengan (karya-karya) Bung. Semoga, kapan itu kita bisa bertemu kelak ya, Bung.

Terimakasih sudah menjadi inspirasi saya, memotivasi saya dalam setiap karya-karya Bung. 


“Pasti ada satu fase di hidup kita di mana kita melihat semua sudut kota itu mengingatkan akan satu orang” – Fiersa Besari

Tuesday, December 5, 2017

Hadir

Jika ada yang bisa saya minta saat ini adalah, saya ingin menghabiskan waktu denganmu lagi, seperti dahulu. Mondar mandir mengitari jalanan, duduk ditempat-tempat favorite, berbagi cerita, mengupas buah mangga, melakukan aksi drama yang tidak pernah habis. Di sana, saya akan menemukan waktu dimana kamu bisa menerima segala kekurangan saya. Menghapus tetes-tetes embun yang pernah terjatuh, memeluk dengan hangat.

Well, dulu saya tidak pernah begitu memuji hal-hal sederhana tentang kamu. Tetapi sekarang, saya merasa kehilangan moment tersebut. Ada banyak hal yang telah kita lewati, lantas sekarang hanya tinggal genggaman kosong yang begitu semu. Wajahmu tak lagi bisa sedekat yang pernah kita lalui. Saya bahkan tidak bisa menyentuh rambut hitammu lagi. Dan ternyata, beberapa jam setelah kau pergipun tak mampu membuat saya menepikan hati.

Saya ingat, ada momen dimana saya benar-benar sayang, dan ingin melindungi kamu. Membuat hari mu penuh warna dan tawa. Bodohnya, kerap kali kamulah yang membuat hari saya semakin berwarna dan penuh tawa. Kamulah yang telah menyayangi saya sebesar yang kamu mampu.


Terimakasih telah “hadir” dan mengisi lembaran demi lembaran setiap perjalanan saya. Pada akhirnya waktu akan terus berjalan dan kesedihan yang kian lelah akan kembali pulang. Maaf, pernah menjadi seorang pengecut, meleburkan semua rasa sayang karena sebuah rasa kecewa. Tetapi setidaknya, saya pernah menjadi salah satu lembaran dalam buku perjalananmu, kan?

* Untuk kamu, H
Semoga rindu saya tidak bermekar setengah hati

Friday, December 1, 2017

K-A-L-I-A-N

If someday your feet can't touch the ground
If someday your arms can't feel my touch
If someday your eyes can't see my face
I'll carry you be there for you anytime of day

Forever is a long time
But I keep my words that I say to you
Together we can go far
As long as I'm with you

Cause I will fall for you
No matter what they say
I still love you, I still love you
You never be alone
And look me in the eyes
I still love you, I still love you
Til' forever
I Still Love You - The Overtunes

Hello December
Selamat datang, bulan penutup.
Bulan terakhir dari sebuah perjalanan ‘tahun’. Apapun itu, semoga sebuah akhir tidak menyia-nyiakan sebuah perjalanan. Meskipun terasa baru saja mengedipkan mata melihat Januari, inilah Desember.

Selamat datang, bulan penghujan.
Rintik hujan sana sini, juga rindu sana sini. Semoga, rindu tahun inipun terobati.

Bicara hujan, bicara rindu, bicara tentang satu persatu yang pergi.
Kesibukan sering kali menutupi sebuah ‘rindu’ hingga lupa kemana harus pulang. Melangkah, menyereti kaki tanpa arah. Hanya ada rindu.

“Yang berhubungan sama kalian saya enggak akan pernah menyesal. Apapun, kapanpun.” – Negeri Van Orange

Aaaa
Hujan, dan Rindu.
Terasa sekali waktu-waktu terakhir seperti ini. Seperi hilang arah, hendak melangkah kemana. Seperti hilang keberanian, ingin memilih prioritas yang mana. Semuanya karena Hujan dan Rindu.

“When my world is falling apart
When there's no light to break up the dark
That's when I, I, I look at you”
Miley Cyrus - When I Look At You

Hei kalian, saya akan rindu kalian. Rindu menghabiskan waktu bersama, rindu membuang waktu tanpa takut kehabisan waktu.
Hei kalian, saya benar-benar akan rindu. Apa saja.



Biarlah Hujan, biarlah Rindu. Jika nanti lelah, saya akan menghitung rintik hujan yang jatuh sambil merindu. Mungkin dengan begitu Rindu akan terobati. 

Friday, December 23, 2016

Do Your Best

“Apa rasanya jadi orang kepercayaan?
Mungkin ibaratnya seperti diberi segenggam benih, di amanahkan untuk menumbuhkannya dan lihat tunas apa yang kemudian muncul.” - Kem

Saya ingat, beberapa waktu lalu saya pernah menjadi orang pertama yang diberi kesempatan untuk menjadi telinganya. Bukan hanya sekedar telinga tempatnya menitipkan segala rasa kesenangan atau kesedihan, tapi tentang rasa yang membuatnya hidup diantara kata “lanjut” atau “berhenti”. Bahwa kesempatan saya menjadi telinga yang mampu menempatkan segala ceritanya adalah langkah awal untuk mengerti sisi lain dari hidupnya.

Saya ingat. Bahkan saat itu saya bukan orang terbaik yang mampu menemani waktu-waktu lemahnya, apalagi menguatkannya. Tetapi yang saya ingat, saya selalu berusaha menjadi telinga yang tepat untuknya. Bahkan seperti beberapa saat lalu.

Terkadang saya bertanya. Apa hal yang membuatnya begitu yakin menempatkan saya sebagai telinga pertama yang akan mendengar kisahnya. Bahkan saya sendiri tidak pernah menempatkannya pada posisi seperti itu. Bukan, bukan karena ia tak pandai menjadi telinga untuk setiap kisah saya. Percayalah, dia orang yang mampu membangkitkan tenaga bahkan menjadi motivator bagi saya. Hanya  saja ia belum pernah menjadi telinga pertama bagi saya, tetapi ia hampir selalu masuk dalam sederet telinga yang menjadi pendengar terbaik.

Saat menulis ini, saya masih ingat raut wajahnya yang sendu namun tegar. ‘Kamu begitu kuat. Saya rasa, bila saya berada diposisi kamu saat ini, entahlah apa saya masih mampu berjuang menghadapi semuanya seperti yang kamu lakukan’.

Saya berkata padanya, bila kisah ini terlalu sulit untuk diceritakan, tidak apa, tidak masalah, kau tak perlu cerita. Tetapi, sinar matanya memancarkan rasa kepercayaan. Ah, harus seperti apa lagi hati ini bersikap jika telinga harus tetap mendengarnya. Saya sudah pernah menjadi telinga pertama untuknya, bukankah tidak ada alasan untuk menolaknya kali ini?

Hei, kamu. Terimakasih sudah menempatkan saya pada deret pertama sebagai orang kepercayaanmu. Terimakasih, sudah menjawab semua pertanyaan saya tanpa ragu. Tidak banyak kalimat yang bisa saya berikan, apalagi motivasi seperti yang biasanya kau lakukan. Tetapi percayalah satu hal. Saya bangga sama kamu, bangga karena kamu sudah sekuat ini. Jangan menyerah dan membiarkan kelemahan menyerang kekuatanmu. Perjalananmu sudah sejauh ini, jangan melangkah ke belakang kembali.

Good luck, bro.

Thursday, October 27, 2016

Jalan Saja

Perasaan terbaik bisa datang saat hati mu tenang dan merasa nyaman. Ada banyak hal di dunia yang bisa mengubah-ubah rasa itu. Cinta, kecewa, rindu, sakit, tawa, tangis, ada ratusan vocab lagi yang bisa muncul untuk menggambarkan itu semua.

It’s easy to forget things you don’t need anymore – Haruki Murakami

Menjadi sesuatu yang disalahkan lebih dulu terlalu menyakitkan. Tetapi, menggantinya dengan hal baru yang lebih dewasa bisa mengubah rasa sakit itu. Mungkin, kisah seperti ini tidak akan sama seperti mengganti gelas yang baru pecah dengan gelas utuh dalam lemari. Kecuali, pecahannya menempel pada kulit dan membuatmu berdarah.

Pada kenyataannya, menjadi lebih dulu yang dilupakan tidak pernah mudah. Karena kehilangan tanpa suatu persiapan jauh lebih buruk dari kehilangan itu sendiri. Ibaratnya seperti ujian. Jika semua hal sudah disiapkan untuk ujian; belajar, menyiapkan kertas dan pena, maka lebih mudah dilakukan ketimbang ujian dadakan. Ditinggalkanpun begitu.

Hari itu, jauh dari hari-hari ini. Tentang sebuah keputusan, meninggalkan dan memilih hidup baru, atau tetap tinggal namun menipu kehidupan yang ada. Percayalah, ketika jujur menjadi prioritas utama dalam mengambil keputusan, disana akan ada kejujuran-kejujuran lainnya yang sedang berjalan. Hari itu, bahkan ketika suatu cerita memiliki akhir, ke-jujur-an itu masih melayang-layang di udara, mencari pemiliknya.
#END

>>>>>>>>>>>> 

Selamat hari blogger nasional untuk semua blogger (y).

Go Blogging terus ya.
Hari Blogger Nasional

Saturday, September 24, 2016

Tak Terganti

Hai sahabat. Jika aku masih memiliki waktu bersamamu, apakah kau akan kembali seperti dulu?

Aku rindu. Pernah berada di sampingmu, bersender pada bahu kecil yang terlihat begitu kokoh. Kemudian kita akan bercerita. Tentang tawa mu hari ini, sedihmu beberapa jam lalu, atau bahkan mimpi indah mu nanti malam. Bahkan sesekali kita akan membuka bungkusan cokelat dan mengemutnya perlahan. Atau mungkin bungkusan chiki rasa rumput laut kesukaanmu.

Aku ingat, saat itu langkah gontaimu membuat perasaan ku kalang kabut. Apa yang terjadi? Aku bertanya dalam teriakan. Tawa mu kemudian mekar sambil memamerkan sederet gigi putih terawat yang ku sukai. Hanya terpeleset kecil dalam kamar mandi, katamu. Aku hanya menepuk-nepuk jidad.

Aku juga ingat. Aura sepi yang muncul dari balik pintu kamarmu. Kau mendekam dalam selimut. Ku pikir demam tinggi menguap disekujur tubuhmu. Tapi ternyata, aku menemukan tetes-tetes luka disana. Hanya ada rangkulan hangat yang ku berikan. Matamu terbuka, menatap bilik mataku yang menjadi sendu. Kau berteriak, menghempaskan kepenatan. Aku hanya berkata, biarlah,aku sedang disisimu.

Hai sahabat. Jika aku masih memiliki waktu bersamamu, bisakah kau berada disisiku saat ini?

Aku sedang rindu. Membelai ujung-ujung rambutmu yang wangi dan lurus. Kemudian kau memutar lagu-lagu sendu yang kita sukai. Aku menatap wajah bahagiamu, kemudian aku ikut bahagia.

Aku sedang rindu. Sebutan namaku yang kau panggil dengan manja. Meskipun orang-orang sekitar selalu menyebutmu anak manja, aku tetap menyukaimu, bahkan teriakan minta tolongmu yang terkesan sebagai tingkah anak-anak. Aku begitu mengenalmu.


Hai sahabat. Aku sedang rindu. Seperti beberapa waktu lalu. Bisakah kau temani aku? Melewati kepahitan ini.

Saturday, September 3, 2016

Say This

“Bolehkah aku berhenti?”

Hei, akhir-akhir ini saya sedang jatuh cinta dengan lagu-lagu darinya “Payung Teduh”. Sebenarnya, lagu pertama payung teduh yang saya tau adalah “Resah”, itu sekitar tahun lalu. Tetapi sejak bulan Juli lalu, di sela-sela kesibukan saya menonton video cover di youtube, sayapun iseng mengetik “Payung Teduh” dan beberapa videonya saya download.

Berdua Saja
Itu merupakan lagu favorite saya saat ini.

Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata
Ketika kita berdua
Hanya aku yang bisa bertanya
Mungkinkah kau tahu jawabnya

Malam jadi saksinya
Kita berdua diantara kata
Yang tak terucap
Berharap waktu membawa keberanian
Untuk datang membawa jawaban

Mungkinkah kita ada kesempatan
Ucapkan janji takkan berpisah selamanya

Awalnya, saya jatuh cinta pada musiknya. Pada aliran keroncongnya yang membuat kepala saya lebih nyaman dalam keadaan tertentu. Namun, liriknya (Berdua Saja) seperti menyimpan tenaga dan kenangan dalam diri saya. Petikan gitarnya menambah mimpi-mimpi manis menjalar memenuhi ubun-ubun saya. Saya tersihir begitu saja.

“Mungkinkah kita ada kesempatan
Ucapkan janji takkan berpisah selamanya”
-Bagian termanis-

Seperti malam ini, repeating song terus membeku dalam playlist “Payung Teduh – Berdua Saja”. Jangan Tanya kenapa. Ini kegilaan saya yang tidak pernah padam.

Saya menggeleng-gelengkan kepala. Mencari kesibukan disetiap detiknya. Itu, jika kamu ingin tau kabar saya saat ini. Bila tidakpun, tak pernah jadi masalah. Tidak ada lagi bayang-bayang, tidak ada lagi tawa semu, tidak ada lagi tangis yang pecah. Itu yang terjadi saat ini. Semuanya seperti membekas bagai dongeng. Kau tau, akhir yang bahagia, begitulah saya menyebutnya.

Saya menyukai kalimat “Ucapkan janji takkan berpisah selamanya” PayungTeduh. Seperti sebuah kerinduan. Kau tau rindu? Sosok yang menginspirasi hari-hari saya untuk selalu menunggu. Tetapi, rindu pun sudah pergi sekarang. Kau tau? Ia sedang mencari sepenggal kebahagiaannya. 

Hei, lihatlah. Saya tidak perlu lagi bersembunyi sambil menahan sendu-sendu air mata yang jatuh, seperti kemarin. Jadi, izinkan saya pindah, berpindah pada hari yang baru. Seperti duniamu yang juga baru. Izinkan saya berhenti menanyakan kabarmu, tentang kebahagiaanmu. Saya sudah kembali. Atas permintaan orang-orang hebat yang selalu berada di sisi saya. Atas permintaan diri saya sendiri.


Selamat tinggal.

Wednesday, July 27, 2016

New Age New Story

Dear My blog

Happy for everything to http://kemalasunshine.blogspot.co.id/ owner. Semoga setelah ini, segala doa-doa baik yang sudah dipanjatkan oleh siapapun segera tercapai ya, dan doa-doa baiknya akan balik lagi untuk siapapun yang sudah mendoakannya.

Terimakasih atas umur, rahmat dan segala rezeki yang sudah Tuhan titipkan kepada saya, semoga saya bisa lebih bersyukur. Terimakasih buat keluarga, serta sahabat-sahabat yang sudah setia berdiri di sisi saya di saat suka maupun duka.  

Well, setelah malam ini menghabiskan waktu berjam-jam (hiperbola sekali) berbincang dengan sahabat yang sejak lama begitu saya rindukan, namun belum dipertemukan, Helna Meilila. Akhirnya saya mulai mempercayai diri lagi, setelah beberapa waktu menjalani hidup di roda bawah. Alhamdulillah. Ini malam yang indah, El. Sudah rindu sekali melakukan hal seperti ini, mungkin harus menunggu momen beberapa bulan sekali ya. Tetapi, inilah yang sedang saya rasakan. “Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?” saya harus lebih pandai bersyukur untuk segala hal. Terimakasih.

Tersihir.
Sejujurnya saya menunggu pertanyaan itu dari mu, Ela. Setelah basa-basi panjang, mengambil paket telfon yang kelewatan (keasikan), akhirnya kita sampai pada topik yang sudah saya tunggu, kamu tunggu. Ya, kita sama-sama saling menunggunya. Lucunya, kamu pun juga menunggu saya untuk memulainya. Kita sama-sama menunggu. Ah, menunggu. Terkadang menunggu itu menyakitkan, terlebih lagi ketika… *Fokus.

Ya, intinya, terimakasih untuk kamu yang masih setia menjadi telinga untuk saya berkeluh kesah, Ela. Always be my best friend, cantik.

Oya, saya mau kenalin tempat nulis terbaru yang sudah saya jelajahi. Sebenarnya, tidak baru. sudah setahun lebih, hanya baru (akan) saya publish sekarang. Jadi, kalau sesekali saya sudah jarang nulis di blog, bukan berarti saya berhenti menulis. saya tidak ingin berhenti menulis, kenapa? Karena saya pernah bilang bahwa “Mari menulis. Karena menulis terkadang membuat saya lupa, bahwa saya pernah menangis dan tertawa pada waktu yang sama” bisa lihat kok di about me.

Tulisan saya di blog lain ini, konsepnya sedikit berbeda dengan blog yang ini. Di sana, lebih kepada tulisan seperti quotes, puisi, gambar, dan lain sebagainya. Jadi kalau saya tidak pernah membuat posting-an bertema quotes di blog ini, jawabannya karena saya sudah terlanjur suka menulis quotes di blog lainnya.

Judul blog-nya tetap sama kok, SUNSHINE. Kenapa? Saya sudah jatuh cinta pada Sunshine, tidak ada jawaban lain. Link-nya juga tidak jauh berbeda, kenapa? Saya juga sudah jatuh cinta pada link seperti itu, jangan tanya kenapa.

and here is my new blog.

Jangan segan-segan untuk baca Tumblr saya ya, apalagi love dan comment. Kamu juga punya tumblr? Boleh share di sini, kita bisa berteman.

Jadi, selamat berbahagia untuk hidup saya, hidup kamu, hidup kita semua. Jangan pernah berhenti bersyukur dan berdoa. Tuhan selalu ada.

Note:
Saya menunggu hari ini untuk publish tumblr saya. Semoga ini menjadi hari yang tepat.

Friday, February 5, 2016

Bok Cinta

Kemarin saya meminjam salah satu buku cantik (saya menyebutnya demikian). Covernya, saya jatuh cinta. Terlihat abstrak dan penuh tanya, saya menjadi tertarik.
http://grobakhysteria.or.id/tengok-bustaman-2-bok-cinta-project/
"BOK CINTA"  Project Tengok Bustaman - A. Khairudin

"Bok Cinta" project adalah suatu proyek seni yang diciptakan oleh masyarakat di Kampung Bustaman, Purwodinatan, Semarang Utara. Lebih tepatnya remaja remaja yang aktif dan kreatif bergabung dalam Ikatan Remaja Bustaman (IRB) untuk,menciptakan tempat seni tersebut, yang dulunya merupakan tempat tongkrongan yang kemudian disihir menjadi salah satu keajaiban dunia -menurut saya. Ya, dulunya itu hanya sebuah gang kecil, yang penuh, sumpek dan lain-lain (sebut saja sendiri). Tak habis saya pikir, kekreatifan masyarakat di sana saya acungkan 4 jempol deh, terutama remaja nya. Bahkan saya sendiri yang berkali kali mencoba (sok) kreatif tidak pernah memikirkan hal sedemikian indah.

Gang sempit tersebut bernama "Gang Gedong Sepuluh", dengan jumlah rumah 12, dan,penghuni nyaris mencapai 140 jiwa. Positif-negatifnya, dengan kepadatan yang demikian, mereka membuat ruang pribadi tak lagi menjadi rumah tertutup, melainkan menjadi ruang yang begiti inklusif, ruang publik. Seperti salah satu rumah,  Sugiono, ia menggunakan rumahnya untuk karaoke dengan tetangga. Sehingga batas privat dan publik menjadi tirai tirai tipis yang tertiup angin kemudian menghilang, begitulah cerita singkat tentang interaksi warga gang Gedong Sepuluh.

Ada lagi cerita dari Annisa Rizkiana, yang membuat sebuah proyek "Nisa's world (and the children).
Hampir tidak ada ruang bagi mereka yang masih menyandang dunia anak-anak, seperti lapangan bermain mungkin. Jangan dibayangkan, lapangan bermain hanya menjadi mimpi dalam dunia mereka. Jadi disinilah letak 'world' nya mereka yang Annisa ciptakan. Bersama beragam wajah wajah kecil yang masih lugu, ia mengajari mereka berbagai jenis kreatifitas yang menumbuh kembangkan bakat fisik mereka. Uniknya, tanpa lapangan yang luas untuk bermain bola ataupun masak-masakan, mereka dapat terus tumbuh dengan baik.


Ada juga jiwa jiwa seni yang mungkin selama ini belum tersalurkan. Arief Hadinata menolak 'tidak' untuk berhenti kreatif. Arief mengajak warga warga untuk membayangkan "seandainya mereka diberi tanah lapang, opsi apa yang terpikirkan untuk membangun objek di lapangan tersebut". Dan hasilnya, di salurkan dalam bentuk gambar 3D di salah satu dinding warga. Semoga mereka bisa meraih kesempatan untuk menggapai kampung dalam imajinasi ya. 

Bukan hanya itu, saya menemukan hal yang kreatif. 
Lihat saja gambar dibawah ini.




itu adalah gambar dari kamar mandi/toilet.
What???
Dari 5 kamar mandi yang tersedia, katanya mereka memasang instalasi suara 3 diantaranya. Mereka menginstal alat musik yang berbeda-beda sehingga warga bisa memilih jenia musik apa yang disukai.
Katanya, warga di sana menyukai musik, sehingga inisiatif yang begitu kreatif ini dapat melanjutkan sisa hidup mereka untuk menikmati cangkiran2 indah tentang musik. Ahh jadi kebayang gimana bahagianya warga disana ketika memasuki toilet, tempat yang selalu di-jidad-kam sebagai tempat terjorok. Dan yang lebih membuat saya terpana adalah, dinding-dinding toilet di sana menjadi lampiasan seni. Mereka menempel stiker dan gambar - gambar yang memiliki nilai asosiasi terhadap keberanian orang, sejenis motivasi mungkin. Salah satunya seperti "besok harus lebih baik dari hari ini". Mungkin, dengan begitu setiap yang masuk ke toilet akan selalu termotivasi hehe.

Oya, terkadang mereka suka membuat event-event menarik, perlombaan, dan segala sesuatu yang berakar dari kekreativitasan.


"Apalah arti renda-renda kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apalah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan. Kepadamu aku bertanya..?" Sajak Sebatang Lisong - WS Rendra

Dalam bukunya BOK CINTA,  Adin (sapaan akrab A. Khairudin) ia menulis:
"Kami, generasi yang tumbuh dalam tradisi patah-patah mencoba meraba, kota ini hendak ke mana, terlebih penting, kami mau ke mana. Hal yang kami cintai adalah dunia seni, karir yang dibangun sejak kuliah juga tak jauh-jauh dari situ."

Hmm,... keren (y)
Saya suka.







Kalau pengen tau lebih lengkap bisa buka situs ini
http://bokcintaproject.tumblr.com/