Showing posts with label Something like. Show all posts
Showing posts with label Something like. Show all posts

Thursday, August 31, 2017

Abstrak - Zona Nyaman

Welcome back

Sepertinya blog saya sudah kembali berjamur, tidak pernah disapa oleh pemiliknya lagi. Mungkin pemiliknya sedang sibuk atau sedang sangat (sok) sibuk, entahlah. Doakan saja semoga dia kembali sering menulis.

Sebenarnya beberapa hari lalu saya sempat menulis sesuatu, puisi, dan mau saya share di instagram. Tetapi ujung-ujungnya hanya sekedar saya simpan di note hp saja. Dan saya rasa tidak ada salahnya saya publish disini ya.

Aku menyikut memori tentang cahaya yang pernah singgah
Melebarkan ikrar yang sempat menjadi petanda
menyulam tawa yang renyah
berpikir esok tak ada kata pisah

Sesuap senja menduduki pelataran bisu
Seakan semua yang berbicara menjadi sebuah sendu
Engkau masih tertawa
dibalik barisan para pejuang
Menyelami satu persatu bait yang berbicara
menafsirkan risalah hati dan intuisi

Sampai bertemu disenja berikutnya
Selipkan pelangi
Lukiskan senyuman

Dan…
akhir-akhir ini saya sedang senang sekali mendengar lagu Andre Hehanusa – Karena Kutau Engkau Begitu (KKEB).
Liriknya seperti ini:
Ku yakin dalam hatiku
Kau satu yang ku perlu
Ku rasa hanya dirimu
Yang membuat aku rindu
Bila saat nanti kau milikku
Ku yakin cintamu
Takkan terbagi takkan berpaling
Karena ku tau engkau begitu
Karena ku tau engkau begitu

dan sebenarnya lebih suka kalau lagu ini cover by “Adikara Fardy ft Hilmi Gantara” dari pada yang aslinya. Karena saya suka petikan gitar yang dicover mereka (tersenyum bahagia). Coba dengerin deh, mungkin selera musik kita berbeda, tapi ini cukup bagus kok (y).

Dan lagi suka sekali sama “Teman Tapi Menikah” nya Kak Ayu dan Kak Dito. Sebenarnya tau ini udah dari bulan lalu, dan suka sekali sama lagu ini. Bahkan saya sempat buat video dengan soundtrack lagu ini di instagram saya, tapi pake #TemanTapiSahabatan. Soalnya kami (cewek semua) memang sahabatan dan enggak mungkin nikah -_-‘
Lirik Dengarkan Dia - Teman tapi menikahnya Kak Ayu:

Semua mungkin pernah merasa
apa yang aku rasa
sayang dengan teman yang selama ini ada
Tak semua bisa kuungkapkan
Sering kli ta berani dibuatnya
Namun ku percaya kita kan bersama
Suatu hari telah ku ucapkan kan
kata kata hingga akhirnya kau setuju
melangkah bersama selamanya

Kerjaan selama beberapa minggu ini juga suka ngeliat vlog-nya Kak Ayu, dengerin gimana cerita mereka dari pas sekolah sampe akhirnya nikah. Kata Kak Ayu, Kak Dito ini main perkusinya keren banget, tapi dulu Kak Ayu enggak sempat klepek-klepek sama Kak Dito sih, cuma sekedar kagum aja.

Ya gitu, sebenarnya saya akhir-akhir ini sibuk sekali (read: sibuk menata masa depan, serius). Jadi kalau udah bosan dan butuh hiburan (sebenarnya butuh pemandangan laut, tapi dapat izinnya susah sekali -_-) jadi saya akan mendengarkan beberapa lagu favorite dan nonton beberapa vlog terfavorit juga.

(Ini gaya tulisannya udah gaul-gaul gitu belum? Semacam keluar dari alur tulisan saya biasanya)

Hei, sebenarnya saya pengen nyambung tulisan “Mine”. Tapi, sepertinya tidak dalam waktu dekat ini. Saya benar-benar ingin menulis bagian ‘tahun kelima’ dengan begitu baik. Mungkin beberapa hari (atau beberapa minggu) kedepan. Doakan saya, tulisan tahun kelima bisa segera terangkaikan J

Note:
Maaf, tulisan kali ini begitu random. Karena ternyata sesekali keluar dari zona nyaman itu, perlukan?!

Sunday, January 29, 2017

But, I'm Hmm

If you leave me tonight,
I'll wake up alone,
Don't tell me I will make it on my own.
Don't leave me tonight,
This heart of stone will sink 'til it dies,
If you leave me tonight
“Secondhand Serenade - Stay Close, Don't Go”

Meski pelataran ini telah berubah, ruang waktu tak lagi sama, akhirnya kita mengerti.
Meski ada cela, ada sirat yang tak sampai, bahkan lantunan yang tak lagi bermelodi, akhirnya kita mengerti.
Mari sama-sama berpikir bila tak mampu menerka.
Karena ada jeda bergelombang tinggi yang tengah mengayuh, memekik kesempatan yang ada.
Maka giliran siapa yang kini mengayuh luasnya lautan?

I am a dreamer but when I wake,
You can't break my spirit - it's my dreams you take.
And as you move on, remember me,
Remember us and all we used to be
I've seen you cry, I've seen you smile.
I've watched you sleeping for a while.
I'd be the father of your child.
I'd spend a lifetime with you.
I know your fears and you know mine.
We've had our doubts but now we're fine,
And I love you, I swear that's true.
I cannot live without you.
Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.
“James Blunt - Goodbye My Lover”

Bila hujan ada payungnya, lautan ada kapalnya

Maka hati ini ada siapa?

Thursday, February 18, 2016

Solo

Saya tak pernah membencinya, tidak pula berusaha menghindar darinya.
Sebut saja namanya “Sendiri”.
Ada rasa yang berbeda.
Mungkin jika boleh saya berhiperbola, sendiri itu seperti air tetesan embun dalam salju.

Sendiri
Saya tidak pernah menyangkalnya dan berpura-pura terlihat bodoh, atau berpura-pura membutuhkannya.
Saya hanya merasa bahwa pada satu detik, sendiri memanggil saya, mencoba menghibur diri dalam kesunyian.
Pada detik lain, sendiri melambaikan tangan dan mengucapkan perpisahan.

Saya sempat bingung.
Terkadang, sendiri mengiris hati, menyisakan pilu. Tapi sendiri, terkadang menciptakan tawa, meraih senyum.

Kata orang sendiri itu berarti sepi.

Kata orang sendiri itu menyenangkan.

Kata orang sendiri itu menolah keributan.

Mereka benar.

Tetapi bagi saya sendiri itu abstrak.
Banyak yang  bisa saya ceritakan pada sendiri.
Dimulai dari langit yang tak berwarna biru hari ini, sampai ketukan jemari dengan nada yang berbeda dari kemarin saat saya termenung. Sendiri, seperti punya banyak telinga untuk mendengar, juga mata untuk melihat. Terkadang sendiri juga membuat sesimpul senyum kecil, dan kemudian saya ikut tersenyum.

Sendiri seperti kebahagiaan, meski yang lain melihatnya sebagai derita.
Karena setiap kesenderian bukan berarti kehilangan warna hidup, dia hanya berusaha melihat kehidupan dari sisi yang berbeda.

Saya suka sendiri, kadang.
Karena ramai, tidak selalu menyimpan kebahagiaan.

Saya juga suka sendiri, kadang.
Karena pada sendiri, saya bisa bercerita tanpa harus melihat dan mendengar.

Caption

Tuesday, November 24, 2015

Never Give Up

Kata Mario Teguh (MT):
Orang yang belum mencoba tidak boleh mengatakan tidak mungkin. Semua yang belum ku coba, mungkin. Tugasku bukan untuk meragukan kemungkinan keberhasilanku. Tugasku adalah untuk mencoba.”

Pak MT saja optimis dengan segala “kemungkinan” yang bisa terjadi (namanya juga motivator). Loh, terus kenapa? Ada larangan buat kita (yang bukan motivator) untuk meragukan segala “kemungkinan” itu?
Tuhan sudah menjanjikan bahwa Ia tidak akan merubah suatu kaum bila kaum tersebut tidak merubahnya sendiri. Dengan kata lain, setiap langkah yang kita tempuh adalah usaha untuk merubah diri sendiri.

Pertanyaanya adalah langkah ke arah mana yang akan kita tempuh?

TRY – ERROR – TRY AGAIN – NEVER GIVE UP

Jangan menyerah (kem) dan jangan mudah meragukan segala kemungkinan baik.

Mungkin kita bisa saja terjatuh berkali-kali, tetapi kita harus bangkit, bangkit berkali-kali untuk menjemput kemenangan dengan ridho-Nya.

Thursday, November 5, 2015

Jangan Menyerah

Jangan pernah bosan sama hidup, karena hidup sendiri gak pernah ngomong “aku bosan”. Jadi kenapa kita yang bahkan enggak bisa menciptakan kehidupan justru berbicara demikian?

Banyak hal-hal yang enggak logis, bahkan susah diterima oleh orang-orang. Misalnya, si A yang dulunya cuman punya sepenggal cerita indah dalam kertas yang kucek, sekarang memiliki sebuah buku tentang cerita-cerita indahnya keliling dunia. Toh, ngapain juga mikirin kelemahan orang, bahkan diri sendiri gak pernah sempurna. Ngapain juga mikir-mikir kehidupan orang kalau untuk sekedar cuci piring saja masih selalu mengeluh. Tuhan memberikan nikmat-Nya untuk hamba-hamba yang bersyukurkan, jadi untuk apa terlalu memaksakan keadaan kalau adanya seperti ini.

Tuhan Maha Bijaksana. Memberi segala yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan. Mengantar dan mengambil segala, tepat pada waktunya. – Falafu

Karena pada akhirnya kita  akan menyadari kok, bahwa setiap dari kita punya pulpen dan kertas masing-masing. Punya kesempatan untuk menulis cerita yang seperti apa. Jangan menyerah. Tuhan Maha Bijaksana. Kehilangan sebuah pulpen dan secarik kertas tidak akan mengubah apapun kalau kita hanya diam saja dan sibuk memikirkan bagaimana jika ini… bagaimana jika itu.., –segala permasalah yang tidak pernah habis jika hanya dipikirkan.



Dream it.

Tuesday, September 29, 2015

Jatuh-Bangun

Setiap hari, manusia bangun pagi kemudian melakukan segala aktifitas. Mereka tidak pernah tau ‘jatuh-bangun’ seperti apa yang akan dihadapi. Mereka hanya berjalan dan terus berjalan. Hingga tibalah titik pada lubang-lubang itu yang mulai menarik mereka, membuat waktu seakan bergerak mundur menjatuhkan mereka padanya.

Mereka hanya bisa memilih diantara beberapa pilihan dalam gantungan angin. Terus berjalan maju tanpa pernah tau lubang seperti apa yang mereka hadapi, atau duduk menepi berharap seekor kuda putih datang menyelamatkan setiap langkah mereka.

Segala pilihan memiliki tujuan tertentu. Tidak semua orang mampu memilah antara pilihan pilihan terbaik itu –mana yang mampu menjadi pilihan terbaik. Tetapi Tuhan bisa.


Tidak ada jalan tanpa tujuan. Tidak ada jatuh-bangun tanpa tujuan. Karena Tuhan tau, Karena Tuhan telah mengatakan “Kun” di setiap hembusan nafas kita. 

Wednesday, July 15, 2015

Crying



Saat kita mengalami masa sulit janganlah menahan air matamu. Ayo menangis dan hidup bersama.
–drama korea "School 2015 - Who Are You”

Kenapa kita (saya) butuh ‘menangis’?
Jawabannya hanya ada pada diri sendiri. Seberapa besar kesanggupan seseorang untuk menampung bebannya. Dan biasanya kita (saya) akan menangis ketika beban itu terlalu berat.

Ingin tau cara menangis yang lebih mudah? Saya punya sebuah trik jitu.
Langkah pertama: ambil satu buah, dua buah, tiga buah, atau sekilo bawang merah.
Langkah kedua: ambil pisau.
Langkah ketiga: kupas kulit bawang merah terluar.
Langkah keempat: iris bawang merah tersebut
Langkah kelima: MENANGISLAH

Selamat mencoba ya. saya sudah berhasil melakukannya.

Hei, biasanya orang yang sedang memendam sebuah masalah akan mudah mengeluarkan kesedihannya –dan juga menangis– dihadapan orang yang bisa mengerti dirinya. Seperti keluarga, sahabat, atau orang-orang spesial. Jadi saya rasa ‘trik jitu’ yang sangat tidak elok tersebut bisa dilupakan saja. Kecuali kamu (saya) tidak memiliki ‘orang-orang’ tersebut.

Tidak punya ‘orang-orang’ tersebut dan juga tidak punya bawang serta pisau? Tetapi tetap ingin menangis.
Saya tidak tau. Cobalah temukan ‘orang-orang’ itu terlebih dahulu. Jika tidak ada, coba dapatkan bawang dan pisau, kamu (saya) bisa meminjamnya mungkin.
Jadi, selamat menangis. Jangan tahan air matamu.

Air mata bisa membuat perasaan sedikit lebih baik, meskipun terkadang tidak mengubah keadaan apapun. Setelah itu, tersenyumlah. Dunia tidak menunggu hari esok untuk melihat mu tersenyum.



#Fasting28

Monday, July 13, 2015

My Name



Hello my name is “Easy to love you”.
Hanya 4 kata yang saling bertaut untuk menceritakan siapa aku sebenarnya. Bagaimana hari-hari yang biasa ku lalui. Mungkin kau akan berpikir namaku sungguh tidak biasa, kemudian membayangkan nama tersebut di panggil oleh orang-orang dengan sebutan -easy-to-love-you- dan bertanya bagaimana bisa nama seperti itu ada? Lalu dengan raut wajah tak seelok biasanya kau kembali berpikir panggilan apa yang tepat untukku. Haruskah kau memanggilku dengan “easy”? kemudian teman-temanmu yang lain akan bingung. Atau kau harus memanggilku “to” kemudian semua orang akan mengolok-ngolok “tutututt”. Tidak cukup sampai disitu, mungkin “love” adalah panggilan yang lebih baik untukku pikirmu, tetapi segenap orang-orang pasti memikirmu gila untuk bisa ‘cinta’ padaku dengan panggilan seperti itu. Dan bagaimana dengan panggilan “you”? mungkin itu terlihat lebih normal dari pada yang lainnya. Tapi sayangnya orang akan berpikir negative terhadapmu, bahwa kamu tipikal orang sombong yang tidak tau nama temanmu sendiri sehingga memanggilnya dengan sebutan ‘you-you-you’.

Hey sudahlah. Cukup panggil nama lengkap ku saja. “Easy To Love You”. Aku akan menjadi pendengar yang baik.

#Fasting26

Thursday, June 25, 2015

Suatu Saat



Pagi menjelang siang yang belum cukup terik ini saya baru selesai menonton sebuah film india. Bagian yang paling saya sukai adalah percakapan dua orang –Rajveer & Harleen– tentang “suatu saat”. Sedikit sinopsisnya, Rajveer adalah seorang pemuda yang bekerja pada negara namun ia juga dikenal sebagai pencuri dan pembohong, meskipun faktanya ia lakukan itu semua demi negara. Sedangkan Harleen adalah seorang wanita muda yang hidup hanya berdua bersama neneknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal.

Jadi, pertemuan mereka terjebak tanpa sengaja pada sebuah restaurant saat Harleen mengikuti sebuah acara ‘Truelove’ di mana  seseorang akan menemukan calon teman masa depannya. Harleen duduk menunggu seorang lelaki yang juga mengikuti ‘truelove’ tersebut bernama Vicky. Setelah melakukan beberapa misi, tanpa sengaja Rajveer yang mampir ke restaurant tersebut mengisi kursi kosong di depan Harleen yaitu kursinya Vicky. Dan di sanalah bagian yang paling saya suka, di mana percakapan tentang “suatu saat” bermula. Mereka saling bertanya tentang kebiasaan yang dilakukan, traveling.

Harleen menceritakan sedikit tentang kehidupannya. “Sejak itu sampai saat ini aku di sini, tak pernah kemana-mana. Tapi suatu saat aku ingin berhenti bekerja dan menjelajahi dunia. ‘suatu saat.’ Ya.”
 “Tidakkah kau berpikir bahwa ‘suatu saat’mu itu tak kan pernah ada? Hari ini nenekmu yang menjadi tanggung jawabmu, besok suami mu, lusa anak-anakmu. Ku rasa kau harus melakukan apa yang kau inginkan sekarang juga. Aku memperlakukan setiap hari seolah itu adalah hari terakhirku. Jadi semua yang ku miliki adalah ‘suatu saat’. Hari saat kau daftar mimpi mu adalah hari itu akan menjadi hari ‘suatu saat’ mu nanti.” Kata Rajveer pada Harleen usai berbicara tentang impian Harleen, ‘suatu saat’.

Waw, amazing. Saya tersihir oleh percakapan mereka, tepatnya ketika Rajveer mengatakan makna ‘suatu saat’ itu pada Harleen. Tiba-tiba saya jadi menggila sendiri dengan kata ‘suatu saat’, sampai akhir film pun kata-kata itu terus diucap oleh mereka.

“Apa suatu saat mu nanti?” tanya Harleen sambil menatap kedua bola mata Rajveer, karena ia begitu yakin, meskipun setiap harinya Rajveer adalah ‘suatu saat’, pasti ada ‘suatu saat’ yang benar-benar berarti buatnya.
“Rumah.” Jawab Rajveer.

Di akhir film setelah Rajveer melewati misi-misinya dengan berbagai lika-liku –tentu saja bersama Harleen– ia pun menemukan ‘suatu saat’ miliknya, yaitu pulang ke rumah. Mereka memulai percakapan penutupan.
“Jadi sekarang apa?” tanya Harleen
“Hanya ada satu yang tersisa.” Jawab Rajveer penuh percaya diri.
“Apa?”
“Bang-bang.”

Ya, film ini berjudul “Bang-Bang.” Sudah cukup lama, keluaran 2014. Saya baru meng-copy-nya dari teman beberapa pekan lalu sebelum liburan, dan baru pagi ini bisa menikmatinya. And I’m still feel amazed

#Fasting8