Ketika air mata ini menetes,
Baru kita sadari
Perpisahan ini telah terjadi
Sesuatu yang dulu pernah ada
Sekarang harus pergi
Semua yang dulu menyapa kehadiran kita
Kini melambaikan tangan untuk berpamitan
Dulu yang pernah ada
Sekarang tak akan ada
Dulu yang ada kini tiada lagi teman
Karena perpisahan ini
Entah ya, aku harus menggambarkan seperti apa kisah ini. Kisah
tentang perpisahan ini. Kesedihan. Hanya itu kata paling simpel yang dapat
dimengerti semua orang. Tangisan? Bisa jadi termasuk salah satu kata yang
menggambarkan tentang perpisahan. Yang pasti, perpisahan itu menyakitkan. Ia
bagai seorang malaikat kesedihan yang menarik semua kenangan indah yang pernah
kita lalui. Ia menghirup semua hal hal manis yang pernah kita lakukan. Ibaratnya
seperti voldemort yang di harry potter. Ya seperti itulah penggambarannya.
Semua yang indah dalam sekejab berubah.
Hidup = pertemuan +
perpisahan
Seperti itukah rumus hidup ini?
Masih terkenang dalam memori ku, canda dan tawa yang pernah ada
antara kita teman. Setiap hari, tidak perlu menyusun rencana untuk membuat
canda dan tawa itu ada, ia akan ada dengan sendirinya. Tanpa rencana, tanpa
teks, tanpa butuh sutradara, apalagi kamera. Saat itu, yang kita rasakan hanya
sekedar sebuah canda tawa yang tanpa makna teman. Canda tawa itu dulu hanya
seperti hal kecil yang memang seperti inilah yang kita jalani. Tetapi, saat ini
canda tawa itu adalah sesuatu yang begitu luar biasa. Mengapa? Karena canda
tawa itu kini telah pergi, ia telah hilang, ia telah meninggalkan kita menuju
dunia lainnya. Canda tawa itu tak ada lagi teman. Takkan pernah ada lagi.
Benarkah?
Rasanya, saat ini masih sulit,begitu sulit bagiku untuk melepas
semuanya. Melepas kenangan kita yang pernah ada. Melepas memori memori tentang
kita, hal hal yang kita lakukan bersama, kegilaan yang kerap kali mewarnai hari
hari yang terkadang penuh dengan kejenuhan, tak jarang juga tangisan yang kita
tangisi bersama, kesabaran yang selalu harus kita teguhkan pada kita semua,
meskipun terkadang juga tersirat secuil emosi dan amarah dalam hidup kita. Namun
itu semua adalah sesuatu yang dulu kita anggap biasa saja, kini adalah sesuatu
yang luar biasa teman.
Teman, entahlah hidup kita akan berakhir di sini. Setelah begitu
banyak hal yang kita lalui, perpisahan yang pada akhirnya menjadi penutup dari
perjumpaan kita. Teman, jawab aku. Ini semua tidak akan pernah berakhir bukan?
Ini bukanlah sekedar sebuah pertanyaan yang terdengar seperti sebuah kelelahan
ataupun penyesalah. Ini sebuah pertanyaan penegasan. Penegasan, bahwa kita
memang tidak akan berakhir. Tidak akan pernah.
Boleh, boleh semua yang kita lakukan selama ini akan menjadi sebuah
kenangan, kenangan yang mungkin hanya ada di memori kita masing masing. Tetapi,
kita tetap akan masih bisa menciptakan itu semua bukan? Jawab aku teman. Kita
tetap akan masih bisa seperti dahulu bukan? Ini semua tidak berakhir teman.
Tidak.
Hujan. Meski hujan ataupun tidak, kita tetap bersama, dahulu.
Bagaimana hidup kita ke depan, jika hujan ataupun tidak, apakah kita masih tetap
bersama?
Kita telah melalui waktu yang begitu panjang teman. 3 tahun bukanlah
waktu yang singkat untuk kita bisa menjadi seperti ini. Untuk kita bisa saling
percaya dan tempat kita bercerita. Waktu
yang kita lalui memang tidak singkat, tetapi terasa begitu singkat saat ini.
Sangat singkat. Mengapa? Ku rasa mungkin karena kita telah tidak bersama lagi.
Aku di sini, kamu di sana, kalian di mana mana. Kita tersebar. Tidak
lagi menetap dalam ruang lingkup yang selama ini telah mengubah kita menjadi
seperti ini.
Kamu pergi, aku pergi, kita sama sama pergi meninggalkan tempat ini.
Meninggalkan semua kenangan yang tanpa sengaja telah menjadi sesuatu yang lebih
pahit dari sebelum ini. Meninggalkan tempat di mana kita telah di bentuk, di
bina, di ajarkan, mengenal satu sama lain, menyayangi satu sama lain. Kita
melepas semua ini sekarang teman.
Dapatkah kita kembali? kembali dalam rangkulan yang dahulu pernah
terjalin antara kita?
Bisakah kita memutar kembali waktu itu, waktu yang telah menjadi
bagian hidup kita selama 3 tahun ini?
Seperti memutar ulang sebuah film yang pernah kita tonton, dan
kitalah artis artis di dalamnya yang telah membuat kesuksesan film tersebut. Dapatkah
semua itu terjadi kembali teman?
Kita yang dahulu hanyalah sekedar aku kamu dan dia. Dan kita yang
sekarang adalah kita. Kita yang sedang berusaha menggapai cita cita, masa
depan, mimpi, kesuksesan. Kita yang telah bersama kini akan berpisah.
Benar, perpisahan ini telah terjadi teman, tanpa aku atau pun kamu
dan dia dapat menghentikan ini.
Ini terjadi.
Ini sudah terjadi teman.
Ternyata, baru kita sadari. Selama ini, kita hanyalah artis yang
bermain peran tanpa mengerti ending Ternyata harus seperti ini. Begitu ending,
film ini hanyalah sebuah cerita, yang kita tidak bisa melanjutkannya kembali.
Kita telah berhenti bermain sebagai artis. Kita bebas.
Tapi teman, aku rasa meskipun cerita film kita ini berakhir, bukan
berarti kita juga harus berakhir menjadi artis bukan? Kita bisa bermain film
kembali teman. Kita bisa membuat cerita baru. Cerita yang mungkin tiada
akhirnya, akan terus bersambung berepisode episode.
Hey teman, mari kita rangkul bersama. Kita ciptakan cerita baru
tentang kita. Meskipun kita tidak berada dalam tempat yang sama lagi, toh kita
masih bisa membuat cerita ini, lebih indah teman. Kita masih bisa berperan
sebagai artis dalam film yang sama, meskipun dalam ruang yang berbeda. Kita
bisa teman. Karena cerita kita ternyata belum berakhit. Dan tidak akan pernah
berakhir. Tidak.

No comments:
Post a Comment