Showing posts with label poetry. Show all posts
Showing posts with label poetry. Show all posts

Thursday, June 21, 2018

Lebih Buruk


Bukankah melangkah bersama mu adalah hal yang sulit?
Jadi aku memutuskan untuk meninggalkanmu
Padahal sudah sejak lama aku sadar
Bahwa bersamamu justru hanya membuat langkahku terhenti
Begitu banyak aturan yang membuatku mati langkah
Ku kira
Bersamamu aku justru bisa menggapai dunia
Tetapi ternyata malah sebaliknya

Aku tidak tau apa yang terlintas di kepalaku saat itu
Hingga aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya
Aku yakin
Lembaran kisahmu sudah sejak dulu menggantikan namaku
Rindumu bukan lagi untuk pagi ku
Aku yakin
Bahkan sejak larangan larangan itu kau ciptakan

Ternyata perasaanku tidak bisa berbohong
Menulis ini seakan menerka-nerka sesuatu yang entah apa ku harapkan
Karena yang terjadi pada kenyataan cukup ku sisipkan dalam diary ku saja
Jadi aku akan berhenti memikirkan siapa yang memutuskan siapa…

Wednesday, April 18, 2018

Bohong


Malam ini
Aku ingin menulis sajak
Tetapi bingung
Pada siapa sajak ini akan ku beri
Atau
Terkadang
Aku yang memilih lupa
Untuk siapa sajak ini akan ku tulis

Barangkali
Sebait tulisan di atas mampu mengobati rinduku
Yang tak punya tempat
Tak punya makna
Atau
Lagi-lagi karena aku yang memilih demikian
Seakan akan rindu
Nyatanya tidak
Bukan
Aku bohong

Aku bohong
Bukan pada mu
Bukan pula pada diriku
Tetapi
Pada tulisanku

-K

Friday, April 13, 2018

Pada S(u)atu Titik


Bermula dari 1 kata
1 rasa
1 larangan
1 kecewa
Kemudian berpisah

Sering kali, rasa gugup melupakan hal hal kecil.
Sering pula, rasa takut akan kecewa, justru mengecewakan.
Lantas, saling kecewa; entah pada siapa.

Seperti sisi-sisi dipersimpangan lampu itu.
Kau tau, ku pandang ke arah manapun hanya ada tegur sapamu, yang kian tenang.
Ku tutup kedua bola mata ini hanya ada nada suaramu mengiang dikepalaku.
Kau tau apa yang terjadi?

Bukan dilema, hanya rasa penasaran.
Apa ini?
Siapa?
Lantas aku berpura-pura, tidak terjadi apa-apa.
Tidak pernah ada sapamu, tidak pernah mendengar suaramu.

Kau tau?
Semuanya
Sia-sia

Friday, March 16, 2018

Kembali Hampa

Kau tak ada di sini
dan sepertinya tidak pernah benar benar ada disini
Sebab disini hanya ada sepotong hati
Yang begitu hampa
Tanpa nyawa
Tanpa langit yang beralaskan ribuan bintang

Bukan aku
Sebab kita ternyata hanya dua insan yang saling bertemu
Sekedar menyapa
Kemudian berhenti
Tanpa ada episode berikutnya

Atau
Bahkan kita seharusnya tidak ditakdirkan bertemu
Kita tidak perlu dipertemukan dalam satu galaksi
Menikmati bintang yang sama
Kemudian terpaksa pulang dalam keadaan marah
Marah pada diri sendiri
Kita tau resiko
Kita memiliki kutub magnet yang sama

Kita tidak punya harapan
Tidak sama sekali
dan kalimat
“Aku akan pulang”
sudah saatnya diganti menjadi
“Aku akan pergi”

Saturday, February 17, 2018

Endless


Mengobrol dengan mu itu menyenangkan
Aku bisa jadi diri sendiri apa adanya
Dengan mu, cukup mengingat hal hal yang telah kita lewati
Atau menceritakan hal hal yang akan kita lalui
Mengobrol dengan mu itu menyenangkan
Aku tidak perlu menyembunyikan segala kelemahanku
Percuma, kau akan tau juga 
Entah apa kau seorang peramal, atau kau memang bisa membaca isi pikiranku
Tetapi pilihan pertama tentu saja bukan
Mengobrol denganmu itu menyenangkan
Terkadang aku cukup menyimak kata demi kata yang kau utarakan
Sesekali aku akan kebingungan
Kemudian menyela ditengah ceritamu yang begitu mendebarkan
Mengatakan bahwa aku tidak mengerti
Kau mencoba mengulangi, aku masih tidak mengerti
Kau kembali mengulangi, dan aku masih tetap tidak mengerti
Maafkan aku yang sedikit lamban dalam menangkap hal hal baru
Tetapi setidaknya kau tidak pernah menyerah
Mengobrol dengan mu itu menyenangkan
Kau punya sejuta cerita
Dan aku punya sepasang telinga yang siap mendengar jutaan ceritamu itu
Mengobrol dengan mu itu menyenangkan
Aku benar-benar bisa jadi apa saja, maksudku jadi diriku apa adanya
Kau tidak pernah mencela kekuranganku
Justru setiap kelemahan ku selalu kau lihat dari sudut yang berbeda
Kemudian berkata “Mengapa tidak seperti ini saja”
Entahlah, jalan pikiranmu selalu saja unik
Ketika semua orang hanya melihat diriku seperti ‘ini’
Kau justru membuatku percaya, bahwa aku layak menjadi seperti ‘itu’
Mengobrol dengan mu itu menyenangkan
Kita hanya perlu bertemu
Kemudian entah itu cerita ku atau cerita mu
Kita jalan saja

-27 Januari 2018-

Sunday, February 11, 2018

Kisah Yang Telah Usai


Apa kau masih ingat?
Lagu lagu favorit yang pernah kita nyanyikan bersama dahulu
Melodi melodi yang kau petik dari gitar usang
Tetapi, tetap membuatku bertahan mendengarmu bersenandung

Apa kau masih ingat?
Jajanan favorit yang sering ku ceritakan padamu dahulu
Permen warna-warni yang berisi cokelat manis
Atau gula-gula merah yang selalu menyayingi warna pipiku
Sesekali aku lebih memilih menghabiskannya sendiri
Dari pada berbagi dengan mu
Bukan
Bukan karena aku pelit
Tetapi kau tak perlu makan banyak sebanyak yang ku makan
Aku khawatir tubuhmu tak lagi ideal

Hei
Apa kau masih ingat?
Kursi favorit yang selalu menjadi incaranku setiap sore
Dari sana aku sering melihat senja
Yang merah, merekah, seakan ingin berbagi cerita paginya
Meski sesekali tidak bersamamu
Aku akan tetap duduk disana
Memandang cakrawala yang membentang
Sesekali akan ku selipkan namamu saat memandangnya

Apa kau masih ingat
Tentang hari ku yang kian kelabu saat kakiku patah
Tidak, bukan patah
Hanya keseleo berat
Kau akan memohon dari ujung sana untuk mengantarku hingga pintu
Atau sekedar menemaniku berjalan sambil menghirup udara pagi
Dua tiga kali kejahilanmu mampu membuatku membentang suara setengah sopranku
Yang ujung-ujungnya akan terdengar seperti anak kucing tercekik
Lucu
Tetapi sakit

Sakit
Saat ku tau
Kau tak lagi mengingatnya
Sakit
Saat ku pandang
ternyata kau tak lagi disampingku
Sakit
Hingga aku kembali berdiri seorang diri
Melumpuhkan ingatan kecilku
Segalanya
Tentang dirimu

Wednesday, February 7, 2018

Go a Head (Hide)


Bersembunyi?
Tidakkah itu sulit?
Tentu saja.
Tetapi rasanya, bersembunyi adalah tempat yang paling aman
Kau tak perlu melihat betapa kejamnya dunia
Kau tak perlu melihat betapa dunia ini menyimpan suatu kemunafikan
Kau tak perlu melihat betapa licik dan halusnya dunia ini menyesatkanmu
Kau hanya perlu bersembunyi
Benarkah?
Hingga apa?
Hingga kelak kau sadar bahwa dunia sudah semakin tua
Hingga kau sadar saat kau kembali melihat dunia
Ternyata dunia telah hancur
Tidak
Justru kau lah yang telah lebih dahulu hancur
Hingga apa?
Hingga kau menyesal telah melewatkan ‘sesuatu’ yang tidak akan pernah kembali
Atau
Hingga kau lupa diri, bahwa kau tengah hidup
Ditengah hiruk pikuknya bencana
Ditengah orang lalu lalang yang memamerkan kebahagiaannya
Ditengah orang-orang yang memuji prestasi didepan, tetapi dibelakang
Entahlah
Apa kau tetap memillih bersembunyi dari dunia
Hingga apa?
Hingga kau semakin tua dan menyadari bahwa kau melewatkan seluruh isi duniamu
Hingga kau melewatkan orang-orang yang berjuang mencarimu
Mengajakmu melihat isi dunia
Tetapi kau semakin bersembunyi
Hingga apa?
Hingga kau benar-benar mati tanpa mengetahui jawaban dibalik kejamnya dunia ini
Itukah yang kau mau?

Jangan lagi bersembunyi
Berdirilah
Lihatlah
Pelajarilah
Agar esok
Kau tidak lagi perlu bersembunyi seperti hari ini, seperti hari kemarin.

Saturday, February 3, 2018

Bab Baru

Kamu tidak suka membicarakan tentang masa lalu
Seperti tentang tawa yang berubah duka kemudian hari
Kamu hanya tidak suka membicarakn sesuatu yang pernah  ada kemudian hilang
Faktanya, kamu sendiri bingung
Hal rumit apa yang pernah kamu lalui
Kamu lupa, tentang jemari-jemari yang tetap mengaitmu tanpa lelah
Ternyata, rumahmu tenggelam sudah
Tidak perlu hujan, banjir, hanya tenggelam begitu saja
Seakan tenggelam oleh kenangan, tanpa aba-aba
Mungkin itu sebabnya kamu bosan membicarakan tentang masa lalu
Seakan begitu pahit dan getir
Padahal jika kau tau, kau bisa belajar banyak darinya
Belajar untuk menemukan tujuan hidup tanpa harus berlari dari masa lalu
Kenangan?
Tak apa
Itu hanya masalah waktu dan seseorang yang akan menggantikannya
Kau tak lagi perlu bosan padanya
Tak peduli berapa lama
Yang penting kau memiliki tujuan. 

Tuesday, January 23, 2018

Jawaban

Aku berdiri
Kamu berlari
Kemudian aku berhenti

Mari akhiri
Kita tidak lagi perlu berpura-pura agar terlihat baik-baik saja
Jadi tinggalkan saja
Tinggalkan

Sampai jumpa
Kita tidak lagi perlu berjalan seakan beriringan
Aku cukup berdiri
Kamu berpaling, memutar balik
Kemudian berlari

Tidak apa
Tidak perlu ada perasaan tidak enak seperti ini
Semuanya sudah cukup
Biarkan kita berlalu
Kita telah mencoba
Tetapi ternyata ‘pergi’ adalah prioritas


Saturday, January 20, 2018

(Bodoh) Sewajarnya

Adalah yang bodoh membuat masa lalu menjadi suatu cerita terbaik
Padahal pernah aku ingin menyerah
Berhenti melupakan masa lalu
Berhenti memimpikan mu

Adalah yang bodoh saat mengharapmu masih menatapku seperti dulu
Barangkali benar
Jatuh cinta memang hal terbodoh
Menyimpan isak, membenam lemah

Adalah yang bodoh membagi kehangatan
Padahal dingin adalah suatu keasingan yang begitu tabu
Nyatanya tidak
Tak pernah ada jawaban

Adalah yang bodoh menulis kata kata ini
Seakan melengkapi hari
Memenuhi hasrat hati
Bodoh

Wednesday, January 17, 2018

Spasi

Dari sudut malam
Yang pernah ambang di batas remang
Waktu yang berlalu tanpa tatap
Miris yang meringis tanpa tangis
Nafas tersengal tetapi memilih rindu
Kau
Bukankah kita bergerak dibumi yang sama
Memandang masa depan yang sama
Tidak memilih
Hati tau kemana harus berlabuh
1, 10, 100, bahkan 1000
Kau hitung waktu
Kau gulir detik
Aku tidak keliru
Kau tatap lembaran kosong
Ku seduh wajah hangatmu
Terurai tawa
Tenggelam rasa
Begitu naluriku
Mendayung asa dengan syahdu
Menggembala rasa dengan merdu
Tiada yang indah
Hingar bingar
Lerai dalam kemabukan
Malam dihadapanmu
Aku menunggu pagi
Menunggu cerita-cerita bahagia
Tetapi
Kau tak lagi hadir seperti kemarin

Wednesday, January 3, 2018

Not Bad

Sepanjang hari ini telah ku tuntaskan janji bahagia yang ku pinta
Dalam setiap teduhnya mentari
Dan pahit getirnya melawan sapuan hujan
Telah ku tuntaskan rasa penat yang kerap ada lalu meninggalkan luka
Seperti bersamamu

Lagi
Hujan menahanmu pergi
Seperti kemarin
Menggenggamku seolah-olah ingin menyakiti
Tapi
Waktu tak lagi ingin berbagi
Kali ini
Aku yang memilih pergi


Thursday, December 7, 2017

Hingga Akhir

Aku ceroboh
Sebenarnya aku tak ingin merepotkanmu
Demi menjagaku agar tetap merasa aman dan nyaman

Aku suka marah
Jadi tolong jangan tinggalkan aku
Sebab kelak aku akan menyesal ketika kamu benar-benar pergi

Aku mudah kecewa
Jangan biarkan aku tenggelam dalam hangatmu
Bisa saja kau pergi lantas aku menjadi dingin

Aku kuat
Kau bisa lihat perjalananku menempuh ruang dan waktu
Melewati terik dan hujan demi mimpiku

Aku bisa cengeng
Sekiranya kau buat aku terluka
Atau memasang wajah jutekmu tanpa ku tau masalahmu

Aku menyayangimu
Tetapi aku tak ingin kamu menjadi lemah karena menyayangiku
Aku tak ingin kamu merasa lebih banyak berjuang
Atau sekedar berpikir untuk membuatku lebih bahagia
Aku hanya ingin kamu menjadi ‘kita’ bersama ku
Itu saja

Monday, December 4, 2017

Learn How To Survive


Fajar tak pernah absen
Memupuk sinar
Menghadiri acara demi bertemu senja
Tak pernah mengelabui hati
Betapa mungkin rasa lelah akan hadir

“Patah hati”
Begitu kata fajar
yang kian tenggelam
Rona kecewa memancar dilangit
Tetapi Fajar tak pernah marah

Fajar belajar melupakan
Tidak
bukan pada malam
Tetapi pada dirinya sendiri
Perlahan, lupa dalam diam