Saturday, June 4, 2016

Berharga, Siapa?

Tuhan tidak pernah memaksa, namun Tuhan menunjukkan hal benar dan salah.
Rasanya setiap langkah terasa benar, ringan begitu saja. Kepulan asap rokok saja, bahkan bisa hilang dalam serapan katun-katun baju, lenyap begitu saja.

Kecewa, seperti mendung tanpa surat undangan. Datang begitu saja, bahkan tinggal sesuka hati. Rasanya, hujan seperti puisi yang berubah menjadi keris. Rintiknya seperti kristal es yang menajam pada ujung lembutnya. Merindu juga Juni pada sang awal tahun.

Hidup seperti mencacah langit. Diam-diam terkulai dalam pelangi, kemudian melambung pergi.

Manusia akan kehilangan hal yang berharga saat banyak hal yang harus mereka lindungi” – Ibu Kandung Ji Hoon (Drama: Marriage Contrack Ep 14)

Apakah melindungi diri sendiri, berarti kehilangan hal yang paling berharga –diri sendiri, atau orang lain?

Saya mencoba melindungi beberapa hal, hal-hal yang terlihat besar. Namun, saya mulai kehilangan hal kecil yang justru menjadi andil penting dalam hidup saya. Menyesal, tapi apa boleh dikata? Penyesalan harus menjadi guru terbaik mengukir masa depan bukan?

Beberapa hal terlihat sederhana, seperti hangatnya sapaan “hai” pada orang-orang yang justru hanya terlintas sesaat dalam kehidupan saya. Tapi entah mengapa, justru hal-hal baik lahir dari itu semua. Mungkin ada beberapa hal yang harus saya lindungi, tetapi bukan berarti saya harus kehilangan hal lainnya, bukan berarti saya juga egois harus memiliki semuanya. Beberapa “hal” tersebut mungkin bisa saja menjadi hal yang tidak penting bagi orang lain, tetapi siapa yang tau bahwa hal tersebut menjadi inti terpenting dalam kehidupan saya?

Saya tidak ingin kehilangan lagi, mereka, yang sejak menatap wajah penuh tipuan ini memilih bertahan bukan berpaling dan enggan hadir dihadapan saya lagi. Percayalah, bertahan menjadi pilihan yang sulit. Tetapi, sekalinya kau bertahan, kau akan tau bahwa seorang yang pernah kau buat menangis ini memilih diam dan enggan berbicara, memilih menyimpan lukanya sendiri.

“…banyak hal yang harus mereka lindungi”

Lindungilah hal-hal yang kau yakini bisa membangun istana dalam syurga bersamamu.

Kaskus

No comments:

Post a Comment